KONCOdewe.com – Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Akibatnya, penderita anemia kerap mengalami tubuh lemas, mudah lelah, lesu, pusing, hingga sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
Salah satu penyebab anemia yang paling umum adalah kekurangan zat besi atau dikenal sebagai anemia defisiensi besi.
Mineral ini berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pada sel darah merah yang mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Selain kekurangan zat besi, anemia juga dapat dipicu oleh berbagai kondisi lain.
Mulai dari kekurangan vitamin tertentu hingga penyakit yang memengaruhi proses pembentukan maupun penghancuran sel darah merah.
Mengenal Berbagai Jenis Anemia
Tidak semua kasus anemia memiliki penyebab yang sama. Selain anemia defisiensi zat besi, terdapat beberapa jenis anemia lain yang perlu diketahui.
Di antaranya adalah anemia aplastik yang terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah dalam jumlah cukup.
Anemia hemolitik yang disebabkan penghancuran sel darah merah lebih cepat dari seharusnya.
Serta anemia normositik yang ditandai jumlah sel darah merah sedikit meski ukurannya tetap normal.
Ada pula anemia pernisiosa akibat kekurangan vitamin B12 sehingga tubuh kesulitan membentuk sel darah merah yang sehat.
Sementara itu, anemia sel sabit merupakan kelainan genetik yang menyebabkan bentuk sel darah merah tidak normal sehingga mengganggu aliran darah.
Tidak Semua Anemia Bisa Dicegah
Anemia yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi, kehamilan, atau perdarahan umumnya masih dapat dicegah maupun dikendalikan melalui perubahan pola hidup dan pengobatan yang tepat.
Namun, untuk anemia yang berasal dari faktor keturunan atau kelainan genetik, upaya pencegahan tidak dapat sepenuhnya dilakukan.
Penanganan kondisi tersebut membutuhkan pengawasan dan terapi sesuai anjuran tenaga medis.
- Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Langkah utama untuk mencegah anemia adalah memenuhi kebutuhan zat besi setiap hari.
Nutrisi ini menjadi bahan baku utama pembentukan sel darah merah sehingga kekurangannya dapat memicu anemia.
Sumber zat besi dapat diperoleh dari berbagai makanan, seperti daging merah, ayam tanpa lemak, hati, ikan, sayuran hijau tua, serta aneka kacang-kacangan.
Mengonsumsi makanan tersebut secara rutin dapat membantu menjaga kadar hemoglobin tetap normal dan mendukung pembentukan sel darah merah yang sehat.
- Lengkapi dengan Vitamin C
Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin C agar penyerapan zat besi di saluran pencernaan berlangsung lebih maksimal.
Karena itu, makanan kaya vitamin C sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan sumber zat besi.
Buah jeruk, stroberi, jambu biji, kiwi, hingga brokoli menjadi beberapa pilihan yang dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi secara alami.
- Penuhi Kebutuhan Vitamin B12 dan Folat
Pembentukan sel darah merah juga memerlukan vitamin B12 dan asam folat. Kekurangan kedua nutrisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya anemia.
Vitamin B12 banyak ditemukan pada daging sapi, ayam, hati, ikan, kerang, telur, susu, serta sereal yang telah diperkaya vitamin.
Sementara itu, sumber folat alami dapat diperoleh dari bayam, brokoli, asparagus, kacang polong, pisang, hingga jeruk.
Dengan memenuhi kebutuhan vitamin tersebut, proses pembentukan sel darah merah dapat berlangsung lebih optimal.
- Terapkan Pola Makan Bergizi Seimbang
Mencegah anemia tidak cukup hanya dengan mengonsumsi satu jenis makanan tertentu.
Pola makan bergizi seimbang tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Panduan Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan dapat dijadikan acuan dalam menyusun menu harian.
Setiap kali makan, piring sebaiknya diisi makanan pokok, lauk berprotein, sayuran, dan buah dengan proporsi yang seimbang agar kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi.
- Hindari Minum Teh dan Kopi Saat Makan
Kebiasaan minum teh atau kopi saat makan ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.
Kandungan tanin pada teh dan beberapa senyawa dalam kopi membuat mineral tersebut lebih sulit diserap oleh saluran pencernaan.
Karena itu, jika ingin memperoleh manfaat maksimal dari makanan yang mengandung zat besi, sebaiknya beri jeda sebelum atau sesudah mengonsumsi teh maupun kopi.
- Atasi Penyebab Kehilangan Darah
Pada sebagian orang, anemia dapat muncul akibat kehilangan darah secara terus-menerus, misalnya karena menstruasi berlebihan, gangguan saluran pencernaan, atau kondisi medis lainnya.
Apabila mengalami perdarahan yang tidak normal, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebab utamanya dapat diketahui dan ditangani.
Dengan mengatasi sumber kehilangan darah, risiko anemia berulang juga dapat dikurangi.
Gaya Hidup Sehat Menjadi Kunci
Anemia memang dapat menurunkan kualitas hidup apabila tidak ditangani dengan baik.
Namun, sebagian besar kasus anemia akibat kekurangan nutrisi sebenarnya dapat dicegah melalui pola makan bergizi.
Kemudian konsumsi makanan kaya zat besi, vitamin C, vitamin B12, serta folat, disertai kebiasaan hidup sehat.
Dengan menjaga asupan nutrisi dan rutin memeriksakan kesehatan bila mengalami gejala seperti mudah lelah, pucat, atau sering pusing, risiko anemia dapat ditekan.
Sehingga tubuh tetap bugar dan mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal. (kangtop)









