Era Baru The Gunners: Dari Puasa Gelar ke Kandidat Raja Eropa

Olahraga11 Dilihat

KONCOdewe.com – Hasil imbang Manchester City melawan Bournemouth pada pekan ke-37 Liga Inggris mempercepat momen perayaan Arsenal sebagai juara musim ini.

Selisih empat poin yang tercipta ketika kompetisi hanya menyisakan satu laga membuat The Citizens tidak lagi memiliki peluang mengejar The Gunners di puncak klasemen.

Sepanjang musim, Arsenal tampil sebagai tim dengan jumlah kemenangan terbanyak di liga.

Mereka hampir selalu berada di posisi teratas dan menunjukkan dominasi di berbagai ajang, meski perjalanan di Piala FA dan Piala Liga harus terhenti lebih awal.

Kini, pasukan Mikel Arteta bahkan berpeluang mencetak sejarah baru di Eropa.

Arsenal berada di ambang final Liga Champions, dan jika mampu mengalahkan Paris Saint-Germain pada partai puncak 30 Mei mendatang, mereka akan meraih trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.

Satu-satunya keberhasilan Arsenal di kompetisi Eropa sebelumnya terjadi pada 1994 saat menjuarai Cup Winners’ Cup.

Jika sukses di final, Arsenal akan menjadi klub Inggris ketujuh yang pernah menjuarai Liga Champions, menyusul Liverpool, Manchester United, Chelsea, Nottingham Forest, Manchester City, dan Aston Villa.

Prestasi tersebut akan menegaskan dominasi Arsenal musim ini, tidak hanya di kompetisi domestik tetapi juga di panggung Eropa.

Perjalanan Arsenal di kompetisi Eropa musim ini juga nyaris sempurna.

Tidak ada tim luar Inggris yang mampu mengalahkan mereka, meskipun belum bertemu raksasa seperti Real Madrid, Barcelona, atau Bayern Muenchen.

Di kompetisi domestik, hanya enam tim yang mampu menumbangkan Arsenal, dengan Manchester City menjadi satu-satunya tim yang mengalahkan mereka dua kali.

Kesuksesan ini tidak lepas dari peran Mikel Arteta sebagai arsitek utama kebangkitan klub.

BACA:  Persib Bandung Kukuhkan Dominasi di Liga Indonesia dengan Gelar Ketiga Berturut-turut

Sang pelatih berhasil mengubah Arsenal menjadi tim yang solid, disiplin, dan sangat kompetitif di semua lini.

Beberapa faktor menjadi kunci keberhasilan Arsenal. Pertama adalah lini pertahanan yang sangat kokoh, membuat lawan kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Kedua, kemampuan luar biasa dalam memaksimalkan situasi bola mati, terutama sepak pojok, yang menjadikan Arsenal salah satu tim paling berbahaya di Eropa dalam skema tersebut.

Kedalaman skuad juga menjadi faktor penting.

Komposisi pemain inti dan cadangan yang merata memungkinkan Arteta menjaga konsistensi performa tim sepanjang musim, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Strategi rekrutmen yang cermat turut berperan besar dalam keberhasilan ini.

Arsenal mendatangkan pemain-pemain yang sesuai secara teknis, fisik, dan mental, sehingga mampu membangun dua lapis kekuatan dalam satu skuad.

Kebijakan transfer yang terukur membuat tim tetap stabil meski menghadapi cedera pemain.

Sejumlah rekrutan baru seperti Viktor Gyokeres, Martin Zubimendi, Eberechi Eze, Cristhian Mosquera, Noni Madueke, dan Christian Norgaard memberikan kontribusi signifikan sepanjang musim.

Di sisi lain, pemain yang lebih dulu bergabung seperti David Raya dan Declan Rice juga menjadi pilar penting.

David Raya tampil impresif di bawah mistar dengan puluhan penyelamatan krusial dan mencatatkan 18 clean sheet musim ini.

Sementara Declan Rice menjadi motor di lini tengah dengan energi tanpa henti, kemampuan bertahan kuat, serta kontribusi dalam membangun serangan dan mengeksekusi bola mati.

Selain itu, Arsenal juga sangat disiplin dalam menjaga permainan agar tidak mudah mendapatkan kartu merah atau menghadiahkan penalti bagi lawan.

Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat Arsenal kembali menyambung kejayaan di Liga Inggris setelah penantian panjang selama 22 tahun. (kangtop)