Gunung Semeru Erupsi Jumat Pagi, Kolom Abu Mencapai 1,2 Kilometer, PVMBG Ingatkan Hal Ini

Kabar48 Dilihat

KONCOdewe.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026.

Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik yang teramati mencapai ketinggian sekitar 1.200 meter atau 1,2 kilometer di atas puncak gunung.

Petugas pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa erupsi terjadi pada pukul 05.53 WIB.

Berdasarkan hasil pengamatan, abu letusan tampak berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah selatan.

Aktivitas erupsi masih berlangsung ketika laporan pengamatan tersebut diterbitkan.

Badan Geologi dalam laporannya yang dikutip pada Jumat (23/10/2026) menyebutkan bahwa tinggi kolom letusan teramati mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak Gunung Semeru.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 05:53 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 1.200 meter di atas puncak,” tulis Badan Geologi.

PVMBG Ingatkan Masyarakat Patuhi Zona Bahaya

Menyusul aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi rekomendasi keselamatan.

Warga maupun pengunjung diminta tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona rawan bencana.

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara Gunung Semeru, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar zona tersebut, masyarakat juga diminta menjauhi area sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan.

Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Rekomendasi tersebut perlu diperhatikan karena aktivitas gunung api dapat memicu bahaya susulan yang mengancam keselamatan masyarakat, terutama di sepanjang jalur aliran material vulkanik.

BACA:  KPK Bongkar Dugaan Korupsi di Unsoed, Rektor dan Wakil Rektor Jadi Tersangka

Radius 5 Kilometer dari Kawah Harus Dihindari

PVMBG turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

Wilayah tersebut berisiko terkena lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan siapa pun yang berada di sekitarnya.

Selain ancaman lontaran material vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Sejumlah jalur aliran yang perlu mendapatkan perhatian khusus meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Kewaspadaan juga diperlukan di sungai-sungai kecil yang bermuara atau menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Warga Diminta Mengutamakan Keselamatan

Erupsi Gunung Semeru menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik dan arahan dari petugas berwenang.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana diharapkan tidak mengabaikan peringatan, terutama ketika beraktivitas di dekat sungai yang berhulu di puncak gunung.

Warga juga perlu menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan pengumuman resmi dari instansi terkait sebagai acuan dalam mengambil keputusan.

Dengan mematuhi batas zona bahaya dan rekomendasi PVMBG, risiko terhadap keselamatan masyarakat diharapkan dapat ditekan selama aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berlangsung. (kangtop)