KONCOdewe.com – Harga daging ayam ras segar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, mengalami penurunan berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia.
Harga komoditas ini turun Rp550 atau sekitar 1,33 persen menjadi Rp40.800 per kilogram, dibandingkan harga sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi kabar yang dapat diperhatikan masyarakat saat menyusun anggaran belanja kebutuhan pangan.
Daging ayam ras segar merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi rumah tangga.
Meski harganya turun, masyarakat tetap perlu membandingkan harga di pasar setempat karena nilai jual dapat berbeda menurut wilayah dan pedagang.
Harga Daging Ayam Ras Segar Turun Rp550 per Kg
Berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, harga daging ayam ras segar tercatat Rp40.800 per kilogram setelah berkurang Rp550 atau 1,33 persen.
Perubahan harga ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Masyarakat dapat menggunakan informasi tersebut sebagai acuan untuk memantau perkembangan harga pangan.
Namun, harga yang tercatat secara nasional tidak selalu sama dengan harga yang dijumpai langsung di pasar tradisional maupun toko bahan pangan.
Harga Daging Sapi Juga Mengalami Penurunan
Selain daging ayam ras segar, harga daging sapi turut bergerak turun. Daging sapi kualitas I turun Rp200 atau 0,13 persen menjadi Rp152.450 per kilogram.
Sementara itu, daging sapi kualitas II berkurang Rp550 atau 0,38 persen menjadi Rp143.450 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar tidak mengalami perubahan dan masih berada di Rp29.700 per kilogram.
Harga Cabai Masih Mengalami Kenaikan
Di tengah penurunan harga sejumlah protein hewani, beberapa jenis cabai justru mengalami kenaikan.
Cabai merah besar naik Rp4.300 atau 6,06 persen menjadi Rp75.250 per kilogram.
Cabai merah keriting meningkat Rp3.200 atau 3,8 persen menjadi Rp87.500 per kilogram.
Harga cabai rawit hijau naik Rp2.900 atau 3,77 persen menjadi Rp79.750 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah bertambah Rp350 atau 0,34 persen menjadi Rp103.800 per kilogram.
Harga Beras Cenderung Stabil
Sebagian besar jenis beras masih menunjukkan harga yang relatif stabil. Beras kualitas bawah I bertahan di Rp14.900 per kilogram dan kualitas bawah II Rp14.750 per kilogram.
Beras medium I masih Rp16.650 per kilogram, sedangkan beras super I atau setara premium berada di Rp17.950 per kilogram.
Beras super II juga tidak berubah dari Rp17.400 per kilogram. Adapun beras medium II naik Rp50 atau 0,30 persen menjadi Rp16.450 per kilogram.
Perubahan Harga Minyak Goreng, Bawang, dan Gula
Untuk minyak goreng curah, harga naik Rp50 atau 0,25 persen menjadi Rp20.350 per kilogram.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 turun Rp50 atau 0,20 persen menjadi Rp24.350 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek 2 masih dijual Rp23.600 per kilogram.
Harga bawang merah ukuran sedang naik Rp100 atau 0,27 persen menjadi Rp37.150 per kilogram.
Sementara itu, bawang putih ukuran sedang turun Rp300 atau 0,77 persen menjadi Rp38.500 per kilogram.
Pada komoditas gula, gula pasir kualitas premium naik Rp50 atau 0,24 persen menjadi Rp20.550 per kilogram.
Gula pasir lokal juga meningkat Rp50 atau 0,26 persen menjadi Rp19.300 per kilogram.
Pergerakan harga pangan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, menunjukkan kondisi yang beragam.
Harga daging ayam ras segar dan daging sapi mengalami penurunan, sementara beberapa komoditas cabai dan gula mengalami kenaikan.
Masyarakat dapat memantau data PIHPS secara berkala dan membandingkannya dengan harga di pasar sekitar untuk merencanakan belanja secara lebih cermat. (kangtop)












