Rupiah Melemah ke Rp17.743 per Dolar AS, Menkeu Optimistis Tak Bertahan Lama

Kombis7 Dilihat

KONCOdewe.com – Pada perdagangan Rabu pagi, nilai tukar rupiah tercatat melemah 37 poin atau sekitar 0,21 persen ke posisi Rp17.743 per dolar AS.

Dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.706 per dolar AS.

Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan tersebut tidak akan berlangsung lama.

Meskipun pasar keuangan global saat ini masih dipenuhi sentimen negatif dan penguatan dolar Amerika Serikat.

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (19/5/2026), Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah intervensi di pasar obligasi.

Guna menjaga stabilitas keuangan domestik sekaligus memulihkan kepercayaan investor.

Menurutnya, pemerintah terus memantau pergerakan pasar secara intensif. Ia bahkan menyebut penguatan dolar tidak akan bertahan lama.

Purbaya mengungkapkan, intervensi di pasar obligasi telah dilakukan sejak pekan lalu.

Pada hari konferensi pers tersebut, pemerintah disebut masuk ke pasar obligasi dengan nilai sekitar Rp1,3 triliun.

Langkah ini mulai menunjukkan dampak positif terhadap pergerakan Surat Berharga Negara (SBN).

Yield obligasi dilaporkan menurun dan investor asing mulai kembali masuk ke pasar.

Ia menyebut arus dana asing di pasar sekunder mencapai sekitar Rp500 miliar, sedangkan di pasar primer menembus Rp1,68 triliun.

Menurut Purbaya, stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan investor terhadap aset keuangan dalam negeri, yang pada akhirnya dapat membantu penguatan rupiah.

Di tengah tekanan global, pemerintah memastikan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Purbaya menegaskan, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, ditopang pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I 2026, inflasi yang terkendali, serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga.

BACA:  BBM Pertamina Terbaru: Harga Naik di Beberapa Jenis, Ini Rinciannya

Pemerintah juga memastikan pelemahan rupiah telah diperhitungkan dalam simulasi fiskal APBN 2026, termasuk dampaknya terhadap subsidi energi.

Menurutnya, pengaruh kurs terhadap subsidi BBM relatif kecil dibandingkan fluktuasi harga minyak dunia.

Ia menambahkan, pemerintah telah memasukkan asumsi harga minyak hingga 100 dolar AS per barel serta perubahan nilai tukar dalam perhitungan fiskal negara.

Purbaya pun optimistis rupiah tidak akan bertahan lama di level pelemahan saat ini. (kangtop)