KONCOdewe.com – Harga daging sapi di pasar mengalami kenaikan pada Sabtu (10/10/2026).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, daging sapi kualitas I tercatat sebesar Rp152.650 per kilogram, sedangkan kualitas II mencapai Rp144.000 per kilogram.
Kenaikan terjadi pada kedua jenis daging sapi tersebut. Harga daging sapi kualitas I naik Rp100 atau 0,07% dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, daging sapi kualitas II mengalami kenaikan Rp600 atau 0,42% per kilogram.
Kondisi ini membuat daging sapi kualitas I tetap menjadi salah satu komoditas pangan dengan harga tinggi di antara bahan kebutuhan pokok yang dipantau PIHPS.
Harga Daging Sapi Naik di Tengah Perubahan Harga Pangan
Kenaikan harga daging sapi terjadi bersamaan dengan pergerakan harga sejumlah komoditas pangan lainnya.
Harga beras, cabai, dan gula pasir juga mengalami kenaikan harian, meskipun beberapa bahan pangan justru mencatat penurunan.
Untuk komoditas beras, kualitas bawah II naik Rp50 menjadi Rp14.750 per kilogram.
Beras medium I juga meningkat Rp50 menjadi Rp16.650 per kilogram, sedangkan beras super II naik Rp50 menjadi Rp17.400 per kilogram.
Adapun harga beras kualitas bawah I masih bertahan di Rp14.900 per kilogram.
Beras medium II juga tidak berubah, yakni Rp16.400 per kilogram, sementara beras super I tetap Rp17.950 per kilogram.
Harga Cabai Melonjak, Rawit Merah Tembus Rp103.450
Perubahan yang cukup mencolok terjadi pada kelompok cabai. Harga cabai merah besar naik Rp7.800 atau 12,35% menjadi Rp70.950 per kilogram.
Cabai merah keriting mengalami kenaikan lebih besar, yakni Rp9.600 atau 12,85%, sehingga harganya mencapai Rp84.300 per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit hijau naik Rp6.550 atau 9,32% menjadi Rp76.850 per kilogram.
Harga cabai rawit merah juga meningkat Rp2.900 atau 2,88% menjadi Rp103.450 per kilogram.
Nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi di antara jenis cabai yang tercatat dalam data PIHPS pada hari itu.
Daging Ayam dan Telur Justru Mengalami Penurunan
Berbeda dengan daging sapi, harga daging ayam ras segar mengalami penurunan. Harganya turun Rp550 atau 1,31% menjadi Rp41.350 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras segar. Komoditas ini turun Rp150 atau 0,5% menjadi Rp29.700 per kilogram.
Pada kelompok bawang-bawangan, harga bawang merah ukuran sedang turun Rp250 atau 0,67% menjadi Rp37.050 per kilogram.
Bawang putih ukuran sedang turut melemah Rp150 atau 0,39% menjadi Rp38.500 per kilogram.
Minyak Goreng Turun, Harga Gula Pasir Naik
Harga minyak goreng curah tercatat turun Rp100 atau 0,49% menjadi Rp20.300 per kilogram.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik Rp50 atau 0,21% menjadi Rp24.400 per kilogram.
Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga naik Rp50 atau 0,21% menjadi Rp23.600 per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada komoditas gula pasir. Harga gula pasir kualitas premium meningkat Rp150 atau 0,74% menjadi Rp20.500 per kilogram. S
ementara gula pasir lokal naik Rp100 atau 0,52% menjadi Rp19.250 per kilogram.
Pergerakan harga pangan tersebut menunjukkan bahwa perubahan harga tidak berlangsung seragam.
Ketika harga daging sapi, cabai, beras tertentu, dan gula pasir mengalami kenaikan, beberapa komoditas lain seperti daging ayam, telur, bawang, serta minyak goreng curah justru mengalami penurunan.
Data PIHPS dapat menjadi salah satu acuan untuk memantau perkembangan harga pangan.
Namun, harga yang dibayarkan konsumen di pasar setempat dapat berbeda bergantung pada wilayah, pedagang, dan kondisi pasokan. (kangtop)











