Harga BBM Pertamina Turun Lagi Mulai Juli 2026, Pertamina Dex Anjlok hingga Rp3.650 per Liter

Kombis47 Dilihat

KONCOdewe.com – PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada Juli 2026.

Dalam kebijakan terbaru ini, sejumlah produk mengalami penurunan harga, di antaranya Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, hingga Avtur untuk kebutuhan penerbangan.

Perubahan harga tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina.

Dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah di pasar global, kondisi perekonomian nasional, serta kemampuan daya beli masyarakat.

Kebijakan ini juga telah melalui mekanisme penetapan harga yang berlaku dan dikoordinasikan bersama pemerintah.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai regulasi yang berlaku serta mengikuti dinamika harga minyak dunia.

“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis.

Mengacu pada daftar harga terbaru Juli 2026, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.300 per liter, turun Rp1.450 dari harga sebelumnya yang mencapai Rp20.750 per liter.

Penurunan paling besar terjadi pada Pertamina Dex.

Harga BBM diesel berkualitas tinggi tersebut turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter atau berkurang Rp3.650 per liter, setara sekitar 15 persen.

Sementara itu, Dexlite juga mengalami koreksi harga cukup signifikan.

Produk ini kini dijual Rp19.700 per liter setelah sebelumnya berada di angka Rp23.000 per liter, sehingga turun Rp3.300 per liter.

Tak hanya untuk sektor transportasi darat, Pertamina juga menyesuaikan harga Avtur bagi penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta.

BACA:  Harga BBM Turun Lagi! Shell, BP, dan Pertamina Kompak Pangkas Tarif Mulai 1 Juli 2026

Harga Avtur sebelum pajak turun dari Rp22.190 menjadi Rp19.190 per liter, atau lebih rendah Rp3.000 per liter dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Kitty, penyesuaian tersebut merupakan bagian dari evaluasi rutin perusahaan yang mempertimbangkan pergerakan harga energi global sekaligus mengikuti formula penetapan harga BBM yang berlaku. (kangtop)