KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar secara nasional mengalami penurunan pada Jumat (23/10/2026) malam.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 19.55 WIB, harga telur ayam ras tercatat Rp29.500 per kilogram (kg).
Turun Rp200 atau sekitar 0,67 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Penurunan harga telur terjadi di tengah pergerakan harga kebutuhan pokok yang bervariasi.
Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan, sedangkan beberapa bahan pangan lainnya, termasuk cabai, daging ayam, daging sapi, dan telur ayam, mengalami penurunan.
Harga Telur Ayam Ras Segar Menjadi Rp29.500 per Kg
PIHPS mencatat harga rata-rata telur ayam ras segar berada di angka Rp29.500 per kg.
Nilai tersebut lebih rendah Rp200 atau 0,67 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan yang banyak digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari.
Karena itu, perubahan harganya menjadi salah satu informasi yang dapat diperhatikan konsumen ketika menyusun anggaran belanja rumah tangga.
Meski mengalami penurunan, harga yang tercatat dalam PIHPS merupakan rata-rata nasional.
Harga telur yang dijual di pasar tradisional pada setiap daerah dapat berbeda, bergantung pada kondisi pasokan, permintaan, dan biaya distribusi.
Harga Daging Ayam Ras Segar Ikut Turun
Selain telur ayam, harga daging ayam ras segar juga mengalami penurunan.
Berdasarkan data PIHPS, harga komoditas ini tercatat Rp39.850 per kg, turun Rp950 atau 2,33 persen dari pencatatan sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada daging sapi kualitas I yang berada di angka Rp152.100 per kg, melemah Rp350 atau 0,23 persen.
Sementara itu, daging sapi kualitas II turun Rp550 atau 0,38 persen menjadi Rp142.900 per kg.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa sejumlah komoditas sumber protein hewani mengalami koreksi secara bersamaan pada pemantauan Jumat malam.
Harga Cabai Merah Keriting Turun Rp2.900 per Kg
Pada kelompok cabai, harga cabai merah keriting tercatat Rp84.600 per kg setelah turun Rp2.900 atau 3,31 persen.
Cabai merah besar juga mengalami penurunan Rp800 atau 1,06 persen menjadi Rp74.450 per kg.
Harga cabai rawit hijau turun Rp100 menjadi Rp79.650 per kg.
Sementara itu, cabai rawit merah melemah Rp2.950 atau 2,84 persen sehingga berada di angka Rp100.850 per kg.
Meski turun, cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di antara jenis cabai yang tercantum dalam data tersebut.
Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Melemah
Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp36.650 per kg, turun Rp500 atau 1,35 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Bawang putih ukuran sedang juga mengalami penurunan Rp350 atau 0,91 persen menjadi Rp38.150 per kg.
Penurunan harga pada kedua komoditas ini menambah daftar bahan pangan yang mengalami koreksi dalam pemantauan PIHPS Nasional pada Jumat malam.
Harga Beras Bergerak Beragam
Di tengah penurunan harga telur dan sejumlah komoditas lain, harga beras menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda.
Beras kualitas bawah I naik Rp100 atau 0,67 persen menjadi Rp15.000 per kg. Sebaliknya, beras bawah II turun Rp100 menjadi Rp14.650 per kg.
Harga beras medium I tercatat Rp16.600 per kg setelah turun Rp50 atau 0,30 persen. Beras medium II bertahan di angka Rp16.450 per kg.
Untuk kategori beras super, harga beras super I meningkat Rp50 menjadi Rp18.000 per kg, sedangkan beras super II tidak berubah dan tetap Rp17.400 per kg.
Harga Gula dan Minyak Goreng Tidak Seragam
Harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.450 per kg setelah turun Rp100 atau 0,49 persen.
Sebaliknya, gula pasir lokal mengalami kenaikan Rp100 atau 0,52 persen menjadi Rp19.400 per kg.
Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah tetap Rp20.350 per kg.
Minyak goreng kemasan bermerek 1 turun Rp100 menjadi Rp24.250 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 2 bertahan di angka Rp23.600 per kg.
Pantau Harga Telur Ayam di Pasar Setempat
Data PIHPS Nasional pada Jumat (23/10/2026) pukul 19.55 WIB menunjukkan harga telur ayam ras segar turun menjadi Rp29.500 per kg.
Penurunan ini berlangsung bersamaan dengan melemahnya harga daging ayam ras, daging sapi, cabai, dan bawang, sementara beberapa jenis beras serta gula pasir lokal mengalami kenaikan.
Informasi harga rata-rata nasional tersebut dapat digunakan sebagai acuan awal bagi masyarakat untuk memantau kebutuhan pokok.
Namun, konsumen tetap perlu mengecek harga di pasar setempat karena nilai jual aktual dapat berbeda sesuai wilayah, kondisi pasokan, dan permintaan. (kangtop)










