Harga Pangan Hari Ini 23 Oktober 2026: Cabai Merah Keriting Turun Rp2.900 per Kilogram

Kombis93 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga rata-rata sejumlah bahan pangan di pasar tradisional menunjukkan pergerakan yang beragam pada Jumat (23/10/2026) malam.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 19.55 WIB, beberapa komoditas mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru mencatat penurunan harga.

Kenaikan terjadi pada sejumlah jenis beras, gula pasir lokal, dan beberapa komoditas lainnya.

Di sisi berbeda, harga cabai, daging ayam, telur ayam, serta sejumlah bahan pangan lain mengalami koreksi dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Harga Beras Bervariasi, Beras Super I Naik

Data PIHPS menunjukkan harga beras kualitas bawah I berada di angka Rp15.000 per kilogram (kg), naik Rp100 atau 0,67 persen.

Beras kualitas bawah II dijual Rp14.650 per kg setelah turun Rp100 atau 0,68 persen.

Untuk beras kualitas medium I, harga tercatat Rp16.600 per kg, berkurang Rp50 atau 0,30 persen.

Sementara itu, beras medium II tidak mengalami perubahan dan masih berada di angka Rp16.450 per kg.

Pada kategori beras kualitas super, harga beras super I mencapai Rp18.000 per kg, meningkat Rp50 atau 0,28 persen. Adapun beras super II bertahan di harga Rp17.400 per kg.

Harga Cabai Merah Keriting Turun Rp2.900 per Kg

Kelompok cabai mengalami penurunan harga secara bersamaan. Cabai merah keriting tercatat Rp84.600 per kg, turun Rp2.900 atau 3,31 persen.

Penurunan ini menjadi salah satu koreksi terbesar di antara komoditas yang tercantum dalam data PIHPS.

Cabai merah besar juga melemah Rp800 atau 1,06 persen menjadi Rp74.450 per kg.

Sementara itu, cabai rawit hijau turun Rp100 atau 0,13 persen ke posisi Rp79.650 per kg.

BACA:  Berapa Harga Cabai Rawit Hijau Sekarang? Ini Catatan PIHPS 15 Oktober 2026

Harga cabai rawit merah berada di angka Rp100.850 per kg setelah mengalami penurunan Rp2.950 atau 2,84 persen.

Meski turun, komoditas ini masih menjadi salah satu bahan pangan dengan harga tertinggi dalam kelompok cabai.

Bawang Merah dan Bawang Putih Sama-Sama Turun

Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp36.650 per kg. Angka tersebut turun Rp500 atau 1,35 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang kini berada di harga Rp38.150 per kg, terkoreksi Rp350 atau 0,91 persen.

Perubahan harga kedua komoditas tersebut menunjukkan bahwa kelompok bawang mengalami penurunan secara bersamaan pada pemantauan PIHPS Jumat malam.

Harga Daging Ayam dan Sapi Melemah

Pada kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar turun Rp950 atau 2,33 persen menjadi Rp39.850 per kg.

Harga daging sapi kualitas I tercatat Rp152.100 per kg, turun Rp350 atau 0,23 persen.

Sementara itu, daging sapi kualitas II berada di angka Rp142.900 per kg setelah mengalami penurunan Rp550 atau 0,38 persen.

Telur ayam ras segar juga mengalami koreksi. Harganya tercatat Rp29.500 per kg, turun Rp200 atau 0,67 persen dari pencatatan sebelumnya.

Harga Gula Pasir Lokal Naik, Minyak Goreng Bervariasi

Pada komoditas gula, harga gula pasir kualitas premium berada di angka Rp20.450 per kg, turun Rp100 atau 0,49 persen.

Sebaliknya, gula pasir lokal naik Rp100 atau 0,52 persen menjadi Rp19.400 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah tidak mengalami perubahan harga dan masih berada di angka Rp20.350 per kg.

Minyak goreng kemasan bermerek 1 turun Rp100 atau 0,41 persen menjadi Rp24.250 per kg.

Adapun minyak goreng kemasan bermerek 2 bertahan pada harga Rp23.600 per kg.

BACA:  Harga Telur Ayam Ras Hari Ini Naik Jadi Rp29.600 per Kg, Simak Update Harga Pangan Nasional

Pergerakan Harga Pangan Masih Beragam

Data PIHPS Nasional pada Jumat (23/10/2026) pukul 19.55 WIB memperlihatkan bahwa perubahan harga pangan tidak terjadi secara seragam.

Sejumlah jenis beras dan gula pasir lokal mengalami kenaikan, sedangkan cabai, bawang, daging ayam, daging sapi, telur, serta sebagian minyak goreng mencatat penurunan.

Pergerakan harga tersebut dapat menjadi bahan pemantauan bagi masyarakat dalam mengatur belanja kebutuhan sehari-hari.

Namun, angka PIHPS merupakan harga rata-rata nasional sehingga harga yang ditemukan konsumen di pasar setempat dapat berbeda, bergantung pada wilayah, kondisi pasokan, dan tingkat permintaan. (kangtop)