Harga Bawang Putih Hari Ini 17 Oktober 2026 Turun Rp300, Kini Rp38.500 per Kilogram

Kombis49 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga bawang putih ukuran sedang mengalami penurunan pada Sabtu (17/10/2026).

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga bawang putih turun Rp300 atau 0,77 persen menjadi Rp38.500 per kilogram.

Penurunan ini menjadi salah satu perubahan harga komoditas pangan yang terjadi pada akhir pekan.

Sementara itu, harga bawang merah justru bergerak naik, sehingga kedua jenis bumbu dapur tersebut menunjukkan tren harga yang berbeda.

Harga Bawang Putih Turun Menjadi Rp38.500 per Kg

Data PIHPS Bank Indonesia mencatat harga bawang putih ukuran sedang berada di angka Rp38.500 per kilogram.

Angka tersebut turun Rp300 dibandingkan harga sebelumnya, atau mengalami penurunan sebesar 0,77 persen.

Perubahan harga bawang putih patut diperhatikan karena komoditas ini menjadi salah satu bumbu yang banyak digunakan dalam kebutuhan memasak sehari-hari.

Pergerakan harganya dapat memengaruhi pengeluaran belanja rumah tangga maupun kebutuhan usaha kuliner.

Di sisi lain, harga bawang merah ukuran sedang tercatat naik Rp100 atau 0,27 persen menjadi Rp37.150 per kilogram.

Dengan perkembangan tersebut, harga bawang putih saat ini masih lebih tinggi dibandingkan bawang merah berdasarkan data PIHPS tersebut.

Harga Cabai Masih Mengalami Kenaikan

Selain bawang putih, sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan harga. Cabai merah besar naik Rp4.300 atau 6,06 persen menjadi Rp75.250 per kilogram.

Harga cabai merah keriting juga meningkat Rp3.200 atau 3,8 persen menjadi Rp87.500 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit hijau naik Rp2.900 atau 3,77 persen menjadi Rp79.750 per kilogram.

Adapun cabai rawit merah mengalami kenaikan Rp350 atau 0,34 persen sehingga mencapai Rp103.800 per kilogram.

BACA:  Harga Emas Antam Sabtu 17 Oktober 2026 Naik Rp7.000, Kini Rp2.572.000 per Gram

Di antara empat jenis cabai tersebut, cabai rawit merah tercatat memiliki harga tertinggi.

Harga Beras Mayoritas Masih Stabil

Untuk komoditas beras, sebagian besar jenis tidak mengalami perubahan harga.

Beras kualitas bawah I bertahan di Rp14.900 per kilogram, sedangkan beras bawah II berada di Rp14.750 per kilogram.

Beras medium I masih dijual Rp16.650 per kilogram.

Beras kualitas super I atau setara premium bertahan di Rp17.950 per kilogram, sementara beras super II berada di Rp17.400 per kilogram.

Kenaikan hanya terjadi pada beras medium II, yakni sebesar Rp50 atau 0,30 persen menjadi Rp16.450 per kilogram.

Harga Daging Ayam dan Sapi Menurun

Pergerakan harga turun juga terlihat pada komoditas daging. Harga daging ayam ras segar berkurang Rp550 atau 1,33 persen menjadi Rp40.800 per kilogram.

Harga daging sapi kualitas I turun Rp200 atau 0,13 persen menjadi Rp152.450 per kilogram.

Sementara itu, daging sapi kualitas II mengalami penurunan Rp550 atau 0,38 persen menjadi Rp143.450 per kilogram.

Harga Minyak Goreng, Telur, dan Gula Pasir

Harga minyak goreng curah naik Rp50 atau 0,25 persen menjadi Rp20.350 per kilogram.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 turun Rp50 atau 0,20 persen menjadi Rp24.350 per kilogram.

Minyak goreng kemasan bermerek 2 tidak mengalami perubahan dan bertahan di Rp23.600 per kilogram.

Harga telur ayam ras segar juga stabil di Rp29.700 per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir kualitas premium naik Rp50 atau 0,24 persen menjadi Rp20.550 per kilogram.

Gula pasir lokal turut naik Rp50 atau 0,26 persen menjadi Rp19.300 per kilogram.

Pantau Perubahan Harga Kebutuhan Pokok

Perkembangan harga pangan pada Sabtu (17/10/2026) menunjukkan pergerakan yang beragam.

Harga bawang putih turun menjadi Rp38.500 per kilogram, sedangkan bawang merah dan sejumlah jenis cabai mengalami kenaikan.

BACA:  Update Harga BBM Pertamina 12 Juli 2026, Cek Tarif Pertalite, Pertamax hingga Dexlite Sebelum Berangkat

Masyarakat dapat menjadikan informasi PIHPS Bank Indonesia sebagai salah satu acuan untuk memantau harga bahan pangan.

Meski demikian, harga yang dijumpai di pasar setempat dapat berbeda bergantung pada lokasi, kualitas barang, dan kondisi perdagangan. (kangtop)