Harga Telur Ayam Ras Turun Jadi Rp29.700 per Kg pada 10 Oktober 2026

Kombis58 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar mengalami penurunan pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia, harga komoditas ini turun Rp150 atau 0,5 persen menjadi Rp29.700 per kilogram.

Penurunan harga telur ayam ras tersebut terjadi bersamaan dengan melemahnya harga daging ayam ras segar.

Meski demikian, sejumlah bahan pangan lain justru mengalami kenaikan, terutama cabai merah keriting dan cabai rawit merah yang masih berada pada level harga tinggi.

Harga Telur Ayam Ras Turun Rp150 per Kg

Harga telur ayam ras segar kini tercatat Rp29.700 per kilogram, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp29.850 per kilogram.

Penurunan sebesar 0,5 persen ini menjadi kabar bagi masyarakat yang mengandalkan telur sebagai salah satu sumber protein untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain telur, harga daging ayam ras segar juga mengalami penurunan Rp550 atau 1,31 persen menjadi Rp41.350 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi bergerak berlawanan arah. Daging sapi kualitas I naik Rp100 atau 0,07 persen menjadi Rp152.650 per kilogram.

Adapun daging sapi kualitas II meningkat Rp600 atau 0,42 persen menjadi Rp144.000 per kilogram.

Harga Beras Naik pada Sejumlah Kualitas

Pergerakan harga beras menunjukkan kenaikan pada beberapa kategori. Beras kualitas bawah II naik Rp50 atau 0,34 persen menjadi Rp14.750 per kilogram.

Beras medium I bertambah Rp50 atau 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas super II sebesar Rp50 atau 0,29 persen menjadi Rp17.400 per kilogram.

Di sisi lain, harga beras kualitas bawah I tetap Rp14.900 per kilogram.

BACA:  Harga Cabai Rawit Hijau Naik Jadi Rp50.350 per Kg, Simak Update Pangan Hari Ini

Beras medium II tidak berubah pada Rp16.400 per kilogram, sedangkan beras kualitas super I bertahan di harga Rp17.950 per kilogram.

Harga Cabai Masih Tinggi, Rawit Merah Tembus Rp103.450

Kenaikan cukup tajam tercatat pada kelompok cabai. Harga cabai merah besar naik Rp7.800 atau 12,35 persen menjadi Rp70.950 per kilogram.

Cabai merah keriting meningkat Rp9.600 atau 12,85 persen menjadi Rp84.300 per kilogram.

Cabai rawit hijau juga naik Rp6.550 atau 9,32 persen menjadi Rp76.850 per kilogram.

Sementara itu, cabai rawit merah bertambah Rp2.900 atau 2,88 persen menjadi Rp103.450 per kilogram dan menjadi komoditas cabai dengan harga tertinggi dalam data tersebut.

Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Ikut Turun

Penurunan harga juga terjadi pada kelompok bawang. Bawang merah ukuran sedang turun Rp250 atau 0,67 persen menjadi Rp37.050 per kilogram.

Adapun bawang putih ukuran sedang melemah Rp150 atau 0,39 persen menjadi Rp38.500 per kilogram.

Perubahan harga kedua komoditas tersebut menjadi bagian dari pergerakan harga pangan harian yang bervariasi, dengan beberapa bahan pokok turun sementara komoditas lainnya mengalami kenaikan.

Harga Minyak Goreng dan Gula Mengalami Perubahan

Harga minyak goreng curah turun Rp100 atau 0,49 persen menjadi Rp20.300 per kilogram.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik Rp50 atau 0,21 persen menjadi Rp24.400 per kilogram.

Minyak goreng kemasan bermerek 2 juga meningkat Rp50 atau 0,21 persen menjadi Rp23.600 per kilogram.

Untuk komoditas gula, gula pasir kualitas premium naik Rp150 atau 0,74 persen menjadi Rp20.500 per kilogram.

Sementara itu, gula pasir lokal bertambah Rp100 atau 0,52 persen menjadi Rp19.250 per kilogram.

Secara keseluruhan, data PIHPS Bank Indonesia pada Sabtu, 10 Oktober 2026, menunjukkan harga telur ayam ras segar turun menjadi Rp29.700 per kilogram.

BACA:  Update Harga Emas Pegadaian Sabtu 25 Juli 2026, Antam Tembus Rp2.717.000 per Gram

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan harga komoditas lain karena kenaikan dan penurunan dapat berbeda-beda, serta harga di pasar setempat bisa bervariasi menurut wilayah dan kondisi perdagangan. (kangtop)