Harga Bawang Merah Turun Jadi Rp37.050 per Kg pada 9 Oktober 2026

Kombis66 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga bawang merah ukuran sedang mengalami penurunan pada Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 17.18 WIB.

Berdasarkan data harga rata-rata dan perubahan, bawang merah tercatat sebesar Rp37.050 per kilogram, turun Rp250 atau sekitar 0,67 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan harga bawang merah tersebut juga diikuti oleh bawang putih ukuran sedang. Komoditas ini turun Rp150 atau sekitar 0,39 persen menjadi Rp38.800 per kilogram.

Pergerakan harga kedua jenis bawang tersebut terjadi di tengah perubahan harga berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, harga daging sapi justru mengalami kenaikan. Daging sapi kualitas 1 dijual Rp152.650 per kilogram, naik Rp100.

Adapun daging sapi kualitas 2 mencapai Rp144.000 per kilogram setelah mengalami kenaikan Rp600.

Untuk daging ayam ras segar, harga tercatat turun Rp550 menjadi Rp41.350 per kilogram. Harga telur ayam ras segar juga melemah Rp150 menjadi Rp29.700 per kilogram.

Kenaikan cukup besar terjadi pada kelompok cabai.

Cabai merah keriting naik Rp9.600 menjadi Rp84.300 per kilogram, sedangkan cabai merah besar meningkat Rp7.800 menjadi Rp70.950 per kilogram.

Cabai rawit hijau mencapai Rp76.850 per kilogram setelah naik Rp6.550, sementara cabai rawit merah naik Rp2.900 menjadi Rp103.450 per kilogram.

Pada komoditas beras, harga bawah I bertahan di Rp14.900 per kilogram, beras medium I tercatat Rp16.650, dan beras super I berada di Rp17.950 per kilogram.

Sementara itu, gula pasir premium naik menjadi Rp20.500 per kilogram dan gula pasir lokal mencapai Rp19.250 per kilogram.

Harga minyak goreng curah turun Rp100 menjadi Rp20.300 per kilogram.

Sebaliknya, minyak goreng kemasan bermerek 1 naik menjadi Rp24.400 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek 2 mencapai Rp23.600 per kilogram.

BACA:  Harga Minyak Goreng Kemasan Bermerek II Rp23.400 per Liter, Simak Update Harga Pangan Nasional Hari Ini

Penurunan harga bawang merah menjadi Rp37.050 per kilogram dapat menjadi perhatian masyarakat saat menyusun anggaran belanja harian.

Meski demikian, konsumen tetap perlu mencermati perubahan harga komoditas lain agar pengeluaran rumah tangga dapat disesuaikan dengan kondisi pasar. (kangtop)