KONCOdewe.com – Harga telur ayam ras segar pada Jumat, 25 September 2026 pukul 19.50 WIB tercatat sebesar Rp29.950 per kilogram.
Harga tersebut mengalami penurunan Rp100 atau sekitar 0,33 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Pergerakan harga telur ini menjadi salah satu perhatian dalam daftar harga pangan terbaru.
Selain telur, sejumlah komoditas pangan lainnya juga menunjukkan perubahan. Untuk kelompok beras, harga masih berada pada rentang Rp14.700 hingga Rp17.950 per kg.
Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.900 per kg dan bawah II Rp14.700 per kg, sementara beras medium I berada di Rp16.600 per kg dan medium II Rp16.400 per kg.
Keempat jenis tersebut tidak mengalami perubahan harga.
Pada kategori beras kualitas super, harga beras super I mencapai Rp17.950 per kg, naik Rp50 atau 0,28 persen.
Sementara beras super II berada di Rp17.350 per kg dan masih stabil.
Perubahan juga terjadi pada komoditas bumbu dapur. Bawang merah ukuran sedang berada di Rp37.450 per kg setelah naik Rp100 atau 0,27 persen.
Sebaliknya, harga bawang putih ukuran sedang turun Rp100 menjadi Rp39.000 per kg.
Kelompok cabai turut mengalami pergerakan. Cabai merah besar turun Rp600 menjadi Rp57.400 per kg, sedangkan cabai merah keriting naik Rp100 menjadi Rp69.250 per kg.
Cabai rawit hijau tercatat Rp67.950 per kg setelah meningkat Rp550. Adapun cabai rawit merah naik Rp600 menjadi Rp96.450 per kg.
Pada komoditas protein hewani lainnya, harga daging ayam ras segar tercatat Rp42.050 per kg, turun Rp250.
Sementara daging sapi kualitas 1 berada di Rp152.550 per kg dan kualitas 2 Rp143.250 per kg.
Sementara itu, harga gula dan minyak goreng cenderung tidak berubah.
Gula pasir premium berada di Rp20.350 per kg, gula pasir lokal Rp19.150 per kg, minyak goreng curah Rp20.400 per kg, minyak goreng kemasan bermerek 1 Rp24.350 per kg, serta bermerek 2 Rp23.500 per kg.
Dengan kondisi tersebut, harga telur ayam ras segar pada 25 September 2026 berada di Rp29.950 per kg, turun tipis Rp100 dari harga sebelumnya.
Perubahan ini berlangsung ketika sebagian besar komoditas pangan lainnya hanya mengalami pergerakan terbatas atau masih bertahan pada harga sebelumnya. (kangtop)











