Dolar AS Dekati Rp18.000, Rupiah Tertekan pada Perdagangan Kamis 15 Oktober 2026

Kombis65 Dilihat

KONCOdewe.com – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih berada di level tinggi pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026.

Mata uang Negeri Paman Sam tersebut bergerak mendekati Rp18.000, sehingga perkembangan kurs menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip pada perdagangan pagi, dolar AS tercatat berada di level Rp17.959.

Angka tersebut menunjukkan penguatan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.903.

Pada awal perdagangan, dolar AS dibuka pada level Rp17.951. Pergerakannya kemudian berlanjut hingga menyentuh Rp17.959.

Sepanjang perdagangan hari ini, kurs dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.944 hingga Rp17.965.

Dolar AS Menguat 7,67 Persen Sepanjang 2026

Pergerakan dolar AS terhadap rupiah menunjukkan tren penguatan dalam periode sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data yang disampaikan, dolar AS telah menguat sebesar 7,67 persen terhadap mata uang Garuda sepanjang 2026.

Kondisi tersebut membuat nilai tukar dolar AS semakin dekat dengan level Rp18.000.

Perubahan kurs ini menjadi salah satu indikator yang diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap biaya impor, kebutuhan valuta asing, serta transaksi yang menggunakan mata uang dolar AS.

Meski demikian, pergerakan nilai tukar dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global.

Karena itu, arah kurs selanjutnya masih perlu dicermati berdasarkan data perdagangan terbaru.

Pergerakan Dolar AS Bervariasi terhadap Mata Uang Dunia

Pada perdagangan pagi ini, dolar AS tidak bergerak searah terhadap seluruh mata uang utama dunia.

Mata uang tersebut menguat terhadap euro dan pound sterling, tetapi melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya.

BACA:  Harga Pertamax Green 95 Naik Lagi, Kini Tembus Rp19.150 per Liter, Begini Penjelasan Pertamina

Terhadap euro (EUR), dolar AS tercatat menguat sebesar 0,63 persen. Penguatan juga terjadi terhadap pound sterling (GBP), dengan kenaikan sebesar 0,42 persen.

Sebaliknya, dolar AS melemah 0,42 persen terhadap yen Jepang (JPY). Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun 0,22 persen terhadap dolar Australia (AUD).

Pelemahan dolar AS turut tercatat terhadap dolar Kanada (CAD) sebesar 0,20 persen. Sementara itu, terhadap franc Swiss (CHF), dolar AS mengalami penurunan sebesar 0,77 persen.

Pergerakan yang bervariasi tersebut menunjukkan bahwa dinamika dolar AS berbeda-beda terhadap setiap mata uang utama.

Pelaku pasar masih perlu memperhatikan perkembangan nilai tukar untuk melihat arah pergerakan selanjutnya. (kangtop)