Sebelum Isi BBM, Cek Dulu Harga Pertamina, Vivo, BP-AKR dan Shell 7 Oktober 2026

Kombis62 Dilihat

KONCOdewe.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual sejumlah badan usaha seperti Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell belum mengalami perubahan pada Oktober 2026.

Hingga Rabu (7/10/2026), harga BBM yang berlaku masih menggunakan patokan harga pada September 2026.

Untuk Pertamina, pemerintah sebelumnya telah memberikan arahan agar harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Sementara untuk BBM nonsubsidi, Pertamina juga masih mempertahankan harga yang berlaku pada periode sebelumnya.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa harga BBM nonsubsidi pada Oktober belum mengalami penyesuaian.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat.

“Dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya,” ujar Kitty dalam keterangannya, Kamis (1/10/2026).

Harga BBM Pertamina Oktober 2026

Sebelum memasuki Oktober, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi pada September 2026.

Salah satunya adalah Pertamax Green 95 yang naik menjadi Rp19.150 per liter pada 2 September 2026. Harga tersebut meningkat Rp2.550 dari sebelumnya Rp16.600 per liter.

Penyesuaian harga juga terjadi pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang dilakukan pada 1 September 2026.

Harga Pertamax Turbo kini berada di level Rp19.600 per liter, naik dari Rp18.300 per liter pada Agustus 2026.

Kemudian Dexlite dipatok Rp23.700 per liter, meningkat dari harga sebelumnya Rp19.700 per liter.

Sedangkan Pertamina Dex berada di angka Rp25.200 per liter, naik dari Rp21.150 per liter pada Agustus 2026.

Di sisi lain, harga Pertamax masih bertahan di Rp15.950 per liter. Untuk BBM bersubsidi, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800 per liter.

BACA:  Harga Cabai Rawit Merah Hari Ini 4 Agustus 2026 Tembus Rp61.450 per Kg, Simak Update Harga Pangan Lainnya

Harga BBM Vivo

Tidak hanya Pertamina, Vivo juga belum melakukan perubahan harga BBM pada Oktober 2026. Harga yang berlaku masih mengacu pada patokan September.

Revvo 92 dibanderol Rp16.130 per liter, sementara Revvo 95 berada di level Rp19.330 per liter.

Untuk jenis diesel, Diesel Primus masih dijual dengan harga Rp25.420 per liter.

Harga BBM BP-AKR

Harga BBM di SPBU BP-AKR juga masih sama seperti periode sebelumnya.

BP 92 dipatok Rp16.130 per liter, sedangkan BP Ultimate dijual dengan harga Rp19.330 per liter. Adapun BP Ultimate Diesel berada di angka Rp25.420 per liter.

Harga BBM Shell

Sementara itu, Shell saat ini masih menjual BBM diesel dengan harga Rp25.420 per liter untuk produk Shell V-Power Diesel.

Adapun Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih belum tersedia atau stoknya kosong.

Daftar Harga BBM 7 Oktober 2026

Berikut daftar harga BBM terbaru yang berlaku pada Rabu (7/10/2026):

Pertamina

  • Pertalite: Rp10.000 per liter — tetap
  • Biosolar: Rp6.800 per liter — tetap
  • Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter — tetap
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp19.150 per liter — tetap
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter — tetap
  • Dexlite (CN 51): Rp23.700 per liter — tetap
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp25.200 per liter — tetap

BP-AKR

  • BP 92: Rp16.130 per liter — tetap
  • BP Ultimate: Rp19.330 per liter — tetap
  • BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter — tetap

Shell

  • Shell Super: Belum tersedia
  • Shell V-Power: Belum tersedia
  • Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter — tetap
  • Shell V-Power Nitro+: Belum tersedia

Vivo

  • Revvo 92: Rp16.130 per liter — tetap
  • Revvo 95: Rp19.330 per liter — tetap
  • Diesel Primus: Rp25.420 per liter — tetap
BACA:  BYD Atto 2 Dapat Baterai Baru, Jarak Tempuh Tembus 501 Km: Harganya Bikin Penasaran

Dengan belum adanya perubahan harga tersebut, masyarakat masih dapat menggunakan daftar harga di atas sebagai acuan BBM pada 7 Oktober 2026.

Namun, harga maupun ketersediaan produk dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing badan usaha. (kangtop)